Desil dalam DTSEN jadi istilah yang sering muncul saat membahas penerima bansos. Tapi, banyak orang masih bingung apa sih sebenarnya desil itu dan bagaimana cara kerjanya di sistem DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang sekarang dikelola oleh Kementerian Sosial RI. Singkatnya, desil adalah pengelompokan penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, yang kemudian digunakan untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapat bantuan sosial.
Sistem ini dirancang agar bantuan tepat sasaran. Artinya, bantuan bisa sampai ke keluarga yang benar-benar membutuhkan. Nah, untuk bisa masuk ke dalam desil tertentu, data yang dimasukkan ke dalam DTSEN harus akurat dan terupdate. Kalau data tidak sesuai atau tidak lengkap, bisa-bisa keluarga yang layak dapat bansos malah kelewatan.
Mengenal Lebih Dalam tentang Desil dalam DTSEN
Desil bukan sekadar angka. Ini adalah hasil dari pengolahan data yang kompleks, termasuk pendapatan, kepemilikan aset, kondisi rumah, dan berbagai indikator kesejahteraan lainnya. Desil dibagi menjadi 10 kelompok, dari desil 1 hingga desil 10. Semakin kecil angka desilnya, semakin rendah tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga tersebut.
1. Pengertian Desil dalam DTSEN
Desil dalam DTSEN adalah kategori yang menunjukkan tingkat kesejahteraan ekonomi suatu keluarga. Desil 1 sampai 3 biasanya menjadi target utama penerima bansos, karena dianggap sebagai kelompok yang paling rentan secara ekonomi.
2. Fungsi Desil untuk Bansos
Desil digunakan sebagai dasar seleksi awal dalam menentukan penerima bantuan sosial. Dengan sistem ini, pemerintah bisa menyaring keluarga mana saja yang benar-benar membutuhkan bantuan.
3. Proses Penentuan Desil
Penentuan desil dilakukan melalui pengolahan data dari berbagai sumber, termasuk survei rumah tangga, data administrasi kependudukan, dan informasi lainnya yang relevan. Semua data ini kemudian diolah menggunakan algoritma tertentu untuk menghasilkan skor kesejahteraan.
Syarat dan Kriteria Masuk Desil Rendah
Masuk ke desil rendah bukan perkara sembarangan. Ada kriteria ketat yang digunakan untuk menilai apakah suatu keluarga termasuk dalam kelompok yang layak mendapat bansos atau tidak.
1. Kepemilikan Aset Rumah Tangga
Keluarga dengan kepemilikan aset minimal, seperti tidak memiliki kendaraan bermotor, perabot rumah tangga sederhana, dan tidak memiliki tabungan, biasanya masuk ke desil rendah.
2. Pendapatan Keluarga
Pendapatan bulanan keluarga yang rendah, di bawah ambang batas kemiskinan, menjadi salah satu faktor utama dalam penilaian desil.
3. Kondisi Fisik Rumah
Rumah dengan kondisi tidak layak huni, seperti dinding dari bambu, lantai tanah, dan atap dari ijuk, juga bisa memengaruhi penilaian desil.
4. Status Pekerjaan Kepala Keluarga
Kepala keluarga yang bekerja tidak tetap, seperti buruh harian lepas atau pengangguran, memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke desil rendah.
Cara Update Data di DTSEN agar Berpeluang Dapat Bansos
Data yang tidak akurat bisa membuat keluarga yang layak tidak kebagian bansos. Oleh karena itu, penting untuk memastikan data di DTSEN selalu terbaru dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
1. Cek Data di Aplikasi SIKS-NG
Langkah pertama adalah mengecek data di aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation). Aplikasi ini bisa diakses oleh petugas kelurahan atau fasilitator bansos.
2. Laporkan Ketidaksesuaian Data
Jika menemukan data yang tidak sesuai, seperti jumlah anggota keluarga salah atau kondisi rumah tidak sesuai, bisa dilaporkan ke fasilitator bansos di kelurahan atau kantor pos terdekat.
3. Lengkapi Data dengan Surat Pendukung
Lengkapi data dengan surat-surat pendukung seperti SKTM, slip gaji, atau foto rumah. Ini akan memperkuat verifikasi saat proses penilaian ulang.
4. Ikuti Survei Rumah Tangga
Jika ada survei rumah tangga dari tim verifikasi, pastikan untuk menjawab dengan jujur dan membuka akses ke dalam rumah agar kondisi bisa dinilai secara akurat.
Tabel Perbandingan Desil dan Kriteria Kesejahteraan
| Desil | Tingkat Kesejahteraan | Kriteria Umum |
|---|---|---|
| 1 | Sangat Rendah | Tidak memiliki aset, pendapatan di bawah garis kemiskinan |
| 2 | Rendah | Aset minimal, pendapatan rendah, rumah tidak layak |
| 3 | Sedang Rendah | Pendapatan sedikit di atas kemiskinan, rumah sederhana |
| 4 | Sedang | Pendapatan cukup, memiliki aset dasar |
| 5 | Sedang Tinggi | Pendapatan menengah, memiliki kendaraan sederhana |
| 6-10 | Tinggi | Pendapatan tinggi, memiliki aset lengkap |
Tips Agar Data di DTSEN Akurat
Agar tidak kelewatan bansos, penting untuk menjaga akurasi data di DTSEN. Ini beberapa tips yang bisa dilakukan agar data tetap relevan dan valid.
1. Perbarui Data Saat Ada Perubahan
Jika ada perubahan kondisi keluarga seperti kematian anggota keluarga, pindah rumah, atau perubahan pekerjaan, segera laporkan ke petugas setempat.
2. Koordinasi dengan Fasilitator Bansos
Fasilitator bansos bisa membantu dalam proses update data. Jangan ragu untuk bertanya atau meminta bantuan saat ada kebingungan.
3. Simpan Bukti Pendukung
Simpan semua dokumen pendukung seperti slip gaji, SKTM, atau foto kondisi rumah. Ini bisa digunakan saat ada verifikasi ulang.
4. Ikuti Imbauan Resmi
Ikuti informasi resmi dari Kemensos atau pemerintah daerah terkait jadwal update data atau survei rumah tangga.
Penyebab Data Tidak Terupdate di DTSEN
Banyak faktor yang bisa membuat data di DTSEN tidak terupdate. Ini bisa menghambat proses seleksi penerima bansos.
1. Kurangnya Sosialisasi
Banyak warga yang tidak tahu bahwa data mereka ada di DTSEN atau bagaimana cara mengupdate-nya.
2. Keterbatasan Akses Teknologi
Di daerah terpencil, akses ke teknologi masih terbatas, sehingga warga sulit melaporkan perubahan data.
3. Ketidaktahuan Petugas
Petugas di tingkat kelurahan atau desa kadang kurang paham cara mengelola data DTSEN dengan baik.
4. Kurangnya Koordinasi Antar Instansi
Data dari berbagai instansi seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil belum selalu sinkron dengan data DTSEN.
Langkah-Langkah Verifikasi Data Bansos
Verifikasi data dilakukan untuk memastikan bahwa penerima bansos benar-benar layak. Ini penting agar tidak ada kebocoran bantuan.
1. Survei Lapangan
Tim verifikasi akan datang ke rumah untuk melihat kondisi sebenarnya. Mereka akan mencatat kondisi rumah, aset, dan kondisi keluarga.
2. Wawancara dengan Kepala Keluarga
Wawancara dilakukan untuk mengetahui pendapatan, pengeluaran, dan kondisi sosial ekonomi keluarga secara lebih detail.
3. Validasi Data Administrasi
Data administrasi seperti KK, KTP, dan dokumen lainnya akan divalidasi untuk memastikan kebenarannya.
4. Penilaian Ulang Desil
Berdasarkan hasil survei dan verifikasi, desil keluarga bisa saja diubah. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan sampai ke yang paling membutuhkan.
Kesimpulan
Desil dalam DTSEN adalah alat penting untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapat bansos. Sistem ini dirancang agar bantuan bisa tepat sasaran dan sampai ke keluarga yang benar-benar membutuhkan. Namun, semua ini hanya bisa terjadi jika data di DTSEN selalu akurat dan terupdate.
Jangan anggap remeh proses update data. Karena, dengan data yang benar, keluarga yang layak bisa kebagian bansos. Dan itu penting, terutama di masa-masa sulit.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Data desil dan kriteria bansos bisa berbeda di setiap daerah dan periode tertentu.