Cara Mudah Update Desil Bansos 2026 Online – Langkah Terbaru!

Salat Tarawih merupakan bagian penting dalam ibadah Ramadan. Tak hanya mengisi malam dengan kekhidmatan, salat ini juga sarat dengan pahala dan rahmat yang besar. Banyak ulama menekankan bahwa salat Tarawih adalah sunnah yang dianjurkan, bahkan hampir mendekati wajib karena manfaatnya yang luar biasa.

Dalam Kitab Durrotun Nasihin, keistimewaan salat Tarawih dijelaskan secara mendalam. Mulai dari keutamaannya hingga tata cara pelaksanaannya, kitab ini memberikan gambaran lengkap tentang bagaimana salat ini bisa menjadi ladang pahala. Terutama di malam-malam ganjil, saat Lailatul Qadar berada, salat Tarawih menjadi semakin istimewa.

Keutamaan Salat Tarawih Menurut Durrotun Nasihin

Salat Tarawih memiliki tempat khusus dalam ajaran Islam, terutama di bulan Ramadan. Kitab Durrotun Nasihin menjelaskan bahwa salat ini merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan, Rasulullah SAW pernah melaksanakannya secara berjamaah, lalu meninggalkannya karena khawatir dijadikan kewajiban.

Namun, setelah beliau wafat, para sahabat kembali melaksanakan salat Tarawih secara berjamaah. Umar bin Khattab RA bahkan mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan salat Tarawih berjamaah di masjid, yang kemudian menjadi tradisi yang berlangsung hingga kini.

Baca Juga:  Cara Mudah Dapatkan Bansos PKH & BPNT 2026, Simak Langkah Pastinya!

Menurut Durrotun Nasihin, salat Tarawih memiliki keutamaan yang besar. Di antaranya adalah sebagai bentuk taat kepada sunnah Nabi, penghapus dosa, serta sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salat ini juga menjadi ajang untuk membaca Al-Qur’an secara rutin dan teratur.

1. Pahala Salat Tarawih di Malam Ramadan

Salat Tarawih dilakukan khusus di bulan Ramadan. Di malam-malam itu, pahala salat menjadi berlipat ganda. Terlebih jika dilakukan dengan khusyuk dan diiringi niat yang tulus, maka setiap rakaatnya akan membawa keberkahan yang luar biasa.

Salah satu penjelasan dalam Durrotun Nasihin menyebutkan bahwa salat Tarawih bisa menjadi sarana pengampunan dosa. Bahkan, dosa-dosa yang biasa sulit dihapus, bisa diampuni jika salat ini dilakukan dengan sungguh-sungguh.

2. Salat Tarawih sebagai Bentuk Ketaatan kepada Sunnah

Melaksanakan salat Tarawih adalah bentuk penghormatan terhadap sunnah Nabi. Meski tidak wajib, salat ini sangat dianjurkan. Kitab Durrotun Nasihin menyebut bahwa orang yang melaksanakan salat Tarawih secara rutin akan mendapat pahala besar di sisi Allah.

Tidak hanya itu, salat ini juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dalam jamaah. Saat berjamaah, umat Islam merasakan kebersamaan dan kekhusyukan yang mendalam.

3. Salat Tarawih Meningkatkan Kualitas Ibadah

Salat Tarawih tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kewajiban. Namun juga sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah secara keseluruhan. Dengan rutin melaksanakannya, seseorang akan terbiasa dengan suasana khusyuk dan tenang.

Durrotun Nasihin menjelaskan bahwa salat Tarawih bisa menjadi ajang latihan konsistensi dalam beribadah. Terutama di bulan Ramadan, saat fokus utama adalah mendekatkan diri kepada Allah.

4. Salat Tarawih sebagai Sarana Menghafal Al-Qur’an

Dalam pelaksanaannya, salat Tarawih biasanya diselingi dengan pembacaan Al-Qur’an yang panjang. Ini membuat salat ini menjadi sarana menghafal dan memahami makna ayat-ayat suci.

Baca Juga:  Cara Cek Penerima Bansos Februari 2026: Gunakan NIK KTP di Website Resmi

Durrotun Nasihin menyebut bahwa membaca Al-Qur’an dalam salat Tarawih adalah bentuk penghayatan langsung terhadap firman Allah. Hal ini bisa memperdalam pemahaman dan meningkatkan keimanan.

5. Salat Tarawih dan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Salat Tarawih di malam itu menjadi sangat istimewa. Banyak ulama menyarankan untuk memperbanyak ibadah di sepertiga malam terakhir Ramadan.

Durrotun Nasihin menjelaskan bahwa salat Tarawih di malam Lailatul Qadar bisa menjadi sarana mendapat rahmat dan ampunan yang besar. Malam itu adalah kesempatan emas untuk memohon ampun dan memperbanyak ibadah.

Tata Cara Salat Tarawih Menurut Durrotun Nasihin

Salat Tarawih dilakukan setelah salat Isya. Biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, meski bisa juga di rumah. Durrotun Nasihin menjelaskan bahwa salat ini bisa dilakukan 8 atau 20 rakaat, tergantung mazhab yang diikuti.

Berikut adalah tata cara pelaksanaan salat Tarawih yang disarankan:

1. Niat Salat Tarawih

Niat dilakukan di hati sebelum memulai salat. Niat salat Tarawih adalah sebagai berikut: "Saya berniat salat sunat Tarawih dua rakaat karena Allah SWT."

2. Salat Sunat Isya (Jika Ada)

Sebagian mazhab menyarankan untuk melaksanakan salat sunat Isya terlebih dahulu sebelum Tarawih. Ini dilakukan sebagai persiapan spiritual sebelum memulai salat utama.

3. Mulai Salat Tarawih

Salat Tarawih dilakukan seperti salat sunat pada umumnya. Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Setelah itu, dilanjutkan dengan rakaat berikutnya.

4. Pembacaan Surat Pendek

Di setiap rakaat, setelah membaca Al-Fatihah, dibaca surat pendek atau ayat-ayat dari Al-Qur’an. Ini menjadi bagian penting dari salat Tarawih.

5. Duduk Istirahat

Setelah dua rakaat, dilakukan duduk istirahat sejenak sebelum melanjutkan ke rakaat berikutnya. Duduk ini juga sebagai waktu untuk berdoa dan memohon ampunan.

Baca Juga:  Cara Dapat BPJS Kesehatan Gratis 2026: Syarat & Panduan Lengkap PBI-JK

6. Salam di Akhir Salat

Setelah menyelesaikan jumlah rakaat yang diinginkan, salat diakhiri dengan salam ke kanan dan kiri. Ini menandakan selesainya salat Tarawih.

Perbandingan Jumlah Rakaat Salat Tarawih

Berikut adalah perbedaan jumlah rakaat salat Tarawih menurut mazhab yang berlaku:

Mazhab Jumlah Rakaat
Mazhab Hambali 8 Rakaat
Mazhab Maliki 8 Rakaat
Mazhab Syafi’i 8 atau 20 Rakaat
Mazhab Hanafi 20 Rakaat

Tips Menjalani Salat Tarawih dengan Khusyuk

Menjalani salat Tarawih dengan khusyuk bukan hal yang mudah. Terutama saat tubuh lelah setelah seharian berpuasa. Namun, dengan persiapan yang tepat, salat ini bisa menjadi pengalaman spiritual yang luar biasa.

1. Persiapkan Diri Sejak Siang

Mulailah dengan menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup. Hindari makanan berat saat sahur dan berbuka, agar tubuh tidak terlalu lelah di malam hari.

2. Datang ke Masjid Lebih Awal

Datang ke masjid lebih awal bisa memberikan suasana yang tenang. Ini membantu mempersiapkan diri secara mental dan spiritual sebelum salat dimulai.

3. Fokus pada Bacaan dan Maknanya

Alih-alih hanya mengikuti gerakan, cobalah untuk memahami makna bacaan dalam salat. Ini bisa meningkatkan konsentrasi dan kekhusyukan.

4. Gunakan Waktu Istirahat untuk Berdoa

Gunakan waktu duduk istirahat antar rakaat untuk berdoa. Ini adalah momen emas untuk memohon ampunan dan keberkahan.

5. Jaga Konsistensi

Salat Tarawih sebaiknya dilakukan secara rutin. Konsistensi ini akan memperkuat hubungan spiritual dan membentuk kebiasaan positif.

Kesimpulan

Salat Tarawih adalah ibadah yang penuh rahmat dan keberkahan. Dalam Kitab Durrotun Nasihin, keutamaan dan tata caranya dijelaskan secara rinci. Dengan melaksanakannya secara rutin dan khusyuk, seseorang bisa mendapat pahala besar serta kedekatan dengan Allah SWT.

Selain itu, salat ini juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kualitas ibadah. Terutama di malam-malam Ramadan, saat pahala menjadi berlipat ganda.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan ajaran dan tafsir yang berlaku. Pastikan untuk berkonsultasi dengan sumber terpercaya atau ulama setempat untuk panduan yang lebih spesifik.

Tinggalkan komentar