Apa Itu Bansos BPNT: Penjelasan, Syarat, dan Cara Daftar Januari 2026

Pemerintah Indonesia terus berkomitmen menjaga ketahanan pangan masyarakat kurang mampu melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Di awal tahun 2026, jutaan keluarga di seluruh Indonesia masih mengandalkan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Program yang juga populer dengan sebutan Program Sembako ini menjadi salah satu pilar utama perlindungan sosial di Tanah Air.

BPNT hadir sebagai solusi modern dalam penyaluran bantuan pangan. Berbeda dengan sistem lama yang mendistribusikan beras secara langsung, BPNT menggunakan mekanisme saldo elektronik sehingga penerima bisa memilih sendiri bahan pangan yang dibutuhkan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena memberi keleluasaan sekaligus memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk kebutuhan gizi keluarga.

Artikel ini menyajikan panduan komprehensif tentang BPNT di Februari 2026, mulai dari pengertian, syarat pendaftaran, hingga cara mengecek status penerimaan. Dengan informasi yang lengkap ini, diharapkan masyarakat yang memenuhi kriteria bisa segera mengajukan diri sebagai penerima manfaat.

Apa Itu Bansos BPNT?

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program bantuan sosial yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Program ini memberikan bantuan berupa saldo elektronik yang secara khusus dialokasikan untuk pembelian bahan pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). BPNT lahir sebagai transformasi dari program Rastra (Beras Sejahtera) yang sebelumnya menyalurkan bantuan dalam bentuk beras fisik.

Secara hukum, program ini berlandaskan pada regulasi perlindungan sosial yang diatur oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Setiap KPM memperoleh saldo sebesar Rp200.000 per bulan yang ditransfer ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dana tersebut hanya dapat dibelanjakan di e-Warong (Electronic Warung Gotong Royong) atau agen bank yang telah ditunjuk resmi oleh pemerintah. Mekanisme ini menjamin bahwa bantuan benar-benar tersalurkan untuk kebutuhan pangan yang layak.

Tujuan dan Manfaat Bansos BPNT

Program BPNT dirancang dengan beberapa tujuan strategis yang menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Tujuan utamanya adalah meringankan beban pengeluaran pangan bagi keluarga miskin dan rentan. Selain itu, program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan di level keluarga sehingga kebutuhan gizi harian dapat terpenuhi dengan baik.

BPNT juga memberikan kebebasan dan kendali kepada penerima dalam menentukan jenis bahan pangan yang dibeli, tidak lagi terbatas pada beras saja. Penerima bisa menggunakan saldo untuk membeli telur, ayam, ikan, daging, sayuran, buah-buahan, minyak goreng, susu, dan berbagai komoditas pangan lainnya. Tujuan lain yang tak kalah penting adalah mendorong keuangan inklusif bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Dengan memiliki rekening KKS, masyarakat diperkenalkan pada sistem keuangan formal yang bermanfaat jangka panjang.

Baca Juga:  Cara Gampang Cek Bansos Februari 2026 via HP, Nik KTP Wajib Ada!

Syarat dan Kriteria Penerima BPNT 2026

Syarat Umum

Untuk menjadi penerima BPNT, calon KPM harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Pertama, wajib berstatus sebagai Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan e-KTP yang masih berlaku. Kedua, data NIK dan Kartu Keluarga harus valid serta telah tersinkronisasi dengan database Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Ketiga, calon penerima harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial.

Kriteria Penerima

Penerima BPNT merupakan masyarakat yang termasuk dalam 40% penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah, yaitu Desil 1 sampai Desil 4. Calon penerima tidak boleh berstatus sebagai ASN, anggota TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD, maupun pensiunan. Selain itu, penghasilan calon penerima tidak boleh melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah tempat tinggalnya.

Dokumen yang Diperlukan

Beberapa dokumen penting yang perlu disiapkan untuk proses pendaftaran meliputi e-KTP asli beserta fotokopinya, Kartu Keluarga asli dan fotokopi, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diperoleh dari RT/RW atau kelurahan setempat, foto kondisi rumah tampak depan, serta foto bagian dalam rumah. Pastikan semua dokumen dalam kondisi jelas dan terbaca agar proses verifikasi berjalan lancar.

Aspek Keterangan
Nama Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) / Program Sembako
Penyelenggara Kementerian Sosial Republik Indonesia
Sasaran Penerima Keluarga miskin dan rentan (Desil 1-4 DTKS)
Nominal Bantuan Rp200.000/bulan (Rp2.400.000/tahun)
Frekuensi Penyaluran 6 kali/tahun (setiap 2 bulan), Rp400.000–Rp600.000 per pencairan
Penyalur Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI) dan PT Pos Indonesia
Website Resmi cekbansos.kemensos.go.id

Cara Daftar Bansos BPNT 2026 dengan Mudah

Cara Pertama: Pendaftaran Online via Aplikasi Cek Bansos

Langkah 1: Unduh Aplikasi Cek Bansos Buka Google Play Store (Android) atau App Store (iOS), lalu cari dan unduh Aplikasi Cek Bansos resmi dari Kementerian Sosial RI. Perhatikan dengan teliti bahwa aplikasi yang diunduh merupakan versi resmi untuk menghindari aplikasi palsu yang beredar.

Langkah 2: Buat Akun Baru Setelah aplikasi terpasang, buka dan pilih opsi “Daftar” untuk membuat akun baru. Lengkapi data diri yang diminta meliputi NIK sesuai KTP, nama lengkap, alamat email aktif, nomor telepon genggam, dan buat kata sandi yang mudah diingat namun aman.

Langkah 3: Verifikasi Identitas dengan Swafoto Tahap selanjutnya adalah verifikasi identitas. Ambil foto swafoto (selfie) sambil memegang KTP di samping wajah. Pastikan pencahayaan cukup agar wajah dan tulisan pada KTP terlihat jelas dan tidak buram.

Langkah 4: Masuk dan Akses Menu Usulan Setelah akun berhasil diverifikasi, login menggunakan kredensial yang sudah dibuat. Cari dan pilih menu “Usul” atau “Daftar Usulan” untuk memulai proses pengajuan sebagai calon penerima BPNT.

Baca Juga:  PKH & Sembako Cair di Ramadan, Ini Kata Mensos!

Langkah 5: Lengkapi Formulir Pendaftaran Isi seluruh kolom data yang tersedia secara lengkap dan akurat, termasuk informasi anggota keluarga, kondisi ekonomi rumah tangga, dan detail tempat tinggal. Kesalahan pengisian data bisa menyebabkan penolakan, jadi periksa kembali sebelum melanjutkan.

Langkah 6: Unggah Dokumen Pendukung Upload foto Kartu Keluarga, foto rumah tampak depan, dan foto kondisi interior rumah. Pastikan gambar yang diunggah berkualitas baik, jelas, dan menggambarkan kondisi sebenarnya tanpa manipulasi.

Langkah 7: Kirim Permohonan dan Pantau Status Tekan tombol “Submit” atau “Kirim” untuk mengirimkan pengajuan. Selanjutnya, pantau perkembangan pendaftaran secara berkala melalui menu “Riwayat Usulan” di aplikasi yang sama.

Cara Kedua: Pendaftaran Offline via Kantor Desa/Kelurahan

Bagi masyarakat yang tidak memiliki akses internet atau kesulitan menggunakan aplikasi, pendaftaran bisa dilakukan secara langsung di kantor desa atau kelurahan. Siapkan seluruh dokumen asli dan fotokopinya, kemudian kunjungi kantor desa pada jam kerja. Temui petugas kesejahteraan sosial atau operator SIKS-NG untuk mengisi formulir pendaftaran. Serahkan dokumen yang diminta dan minta tanda terima sebagai bukti pengajuan. Data yang telah diinput akan melalui proses verifikasi melalui Musyawarah Desa sebelum diteruskan ke Dinas Sosial secara berjenjang.

Jadwal Penyaluran BPNT Februari 2026

Penyaluran BPNT dilakukan secara bertahap sepanjang tahun dengan frekuensi enam kali pencairan per tahun atau setiap dua bulan sekali. Nilai setiap kali pencairan berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000, tergantung akumulasi bantuan bulanan. Penyaluran dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu melalui Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI) dengan transfer ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan melalui PT Pos Indonesia untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta KPM yang belum memiliki akses perbankan. Untuk jadwal spesifik pencairan, penerima disarankan memantau informasi resmi dari Kementerian Sosial atau menghubungi pendamping PKH di wilayah masing-masing.

Cara Cek Status Penerima BPNT

Cek Via Website Resmi cekbansos.kemensos.go.id

Langkah pertama, buka peramban internet dan kunjungi alamat cekbansos.kemensos.go.id. Kemudian pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai domisili. Masukkan nama lengkap persis seperti tertulis di KTP, ketik kode captcha yang muncul, dan klik tombol “Cari Data”. Apabila terdaftar sebagai penerima, akan tampil status “YA” pada kolom BPNT beserta keterangan periode penyaluran.

Cek Via Aplikasi Cek Bansos

Buka Aplikasi Cek Bansos yang sudah terpasang di ponsel, lalu login dengan akun terdaftar. Pilih menu “Cek Bansos” dan masukkan data sesuai permintaan. Status penerimaan BPNT akan ditampilkan secara langsung di layar, lengkap dengan informasi nominal dan periode bantuan.

Cek Via Call Center Kemensos

Jika mengalami kendala dalam pengecekan online, masyarakat dapat menghubungi call center Kementerian Sosial di nomor 1500-566 pada jam kerja. Siapkan data NIK dan nama lengkap sebelum menelepon agar petugas dapat membantu pengecekan dengan lebih cepat.

Tips Penting Seputar Bansos BPNT

Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh penerima maupun calon penerima BPNT. Pertama, pastikan data kependudukan (NIK dan KK) selalu valid dan tersinkronisasi dengan database Dukcapil. Kedua, segera laporkan perubahan data seperti pindah alamat atau perubahan susunan keluarga ke petugas desa. Ketiga, gunakan saldo BPNT sesuai peruntukannya, yaitu untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau agen resmi. Keempat, seluruh proses pendaftaran dan pencairan BPNT bersifat gratis tanpa dipungut biaya apapun, jadi waspadai pihak yang meminta uang. Kelima, simpan Kartu Keluarga Sejahtera dengan baik dan jangan meminjamkannya kepada siapapun. Keenam, rutin memantau informasi resmi dari Kemensos terkait jadwal pencairan dan perubahan kebijakan.

Baca Juga:  Cara Komplain Bansos Februari 2026: Langkah Lapor ke Dinas Sosial Jika Tidak Cair

Masalah yang Sering Terjadi dan Solusinya

Beberapa permasalahan yang kerap dialami penerima BPNT antara lain saldo tidak bertambah padahal sudah memasuki periode pencairan baru. Hal ini umumnya disebabkan oleh proses verifikasi data yang belum selesai atau adanya ketidaksesuaian data. Solusinya, segera hubungi operator SIKS-NG di kantor desa untuk dilakukan pengecekan.

Masalah lain yang cukup sering terjadi adalah kartu KKS rusak atau hilang. Jika mengalami hal ini, segera laporkan kepada pendamping PKH atau langsung ke bank penyalur untuk proses penggantian kartu. Saldo yang ada di rekening tidak akan hilang meskipun kartunya rusak. Selain itu, ada pula kasus dimana nama calon penerima tidak muncul saat pengecekan di website. Ini bisa terjadi karena belum terdaftar di DTKS, sehingga langkah yang tepat adalah mengajukan pendaftaran melalui desa atau aplikasi. Jika permasalahan tidak kunjung terselesaikan, hubungi call center Kemensos di 1500-566.

FAQ: Pertanyaan Seputar Bansos BPNT

Q1: Apakah saldo BPNT bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai? Pada dasarnya, BPNT dirancang untuk belanja pangan di e-Warong atau agen resmi yang ditunjuk. Namun, beberapa wilayah kini telah memberlakukan kebijakan yang memperbolehkan penarikan tunai sesuai ketentuan daerah masing-masing.

Q2: Siapa saja yang tidak berhak menerima BPNT? Masyarakat yang berstatus sebagai ASN, anggota TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD, pensiunan, serta mereka yang memiliki penghasilan di atas UMP/UMK setempat tidak termasuk dalam kriteria penerima BPNT.

Q3: Bagaimana cara mendaftar jika belum terdaftar di DTKS? Pengajuan bisa dilakukan melalui Aplikasi Cek Bansos dengan memilih menu “Usul” atau secara langsung datang ke kantor desa/kelurahan untuk mengisi formulir dan menyerahkan dokumen persyaratan.

Q4: Kapan jadwal pencairan BPNT dilakukan? Pencairan BPNT dilakukan enam kali dalam setahun atau setiap dua bulan sekali. Nilai setiap pencairan berkisar Rp400.000 hingga Rp600.000 yang merupakan akumulasi bantuan bulanan Rp200.000.

Q5: Apakah ada biaya yang dipungut untuk pendaftaran BPNT? Tidak ada biaya sama sekali dalam proses pendaftaran maupun pencairan BPNT. Seluruh layanan bersifat gratis. Apabila ada pihak yang meminta biaya administrasi, itu adalah bentuk penipuan dan harus segera dilaporkan.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari Kementerian Sosial RI dan situs Sidomulyotimur.id, serta dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Untuk informasi terbaru dan paling akurat, pembaca disarankan untuk mengunjungi website resmi cekbansos.kemensos.go.id atau menghubungi call center Kemensos di 1500-566 secara langsung.

Bansos BPNT merupakan program vital yang membantu jutaan keluarga Indonesia memenuhi kebutuhan pangan dengan lebih layak. Dengan nominal Rp200.000 per bulan dan mekanisme penyaluran yang semakin modern, program ini menjadi andalan perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia.

Jika Anda merasa memenuhi kriteria penerima, jangan ragu untuk segera mengajukan pendaftaran melalui Aplikasi Cek Bansos atau kunjungi kantor desa terdekat. Bagikan artikel ini kepada keluarga dan tetangga yang membutuhkan informasi serupa agar bantuan pemerintah bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang berhak.

Tinggalkan komentar