Cara Mudah Cek Bansos PKH dan Sembako 2026 via HP di CekBansos.Kemensos.go.id

Shalat Tarawih malam ketujuh Ramadan membawa keutamaan luar biasa. Malam ini dinilai setara dengan berjuang membela Nabi Musa dari kezaliman Fir’aun. Pahalanya besar, dan menjadi momen emas untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Malam ini juga dikenal sebagai malam yang penuh perlindungan. Banyak ulama menyebut bahwa amalan di malam ini bisa menjadi bekal besar di hari kemudian. Khususnya shalat Tarawih yang dilakukan dengan khusyuk dan penuh penghayatan.

Keutamaan Malam Ketujuh Ramadan

Malam ketujuh Ramadan memiliki tempat khusus dalam tradisi Islam. Ada keyakinan bahwa pada malam ini, pintu rahmat dan ampunan terbuka lebih lebar. Shalat Tarawih yang dilakukan malam ini dianggap setara dengan jihad fisabilillah.

Beberapa riwayat menyebut bahwa malam ini adalah saat Nabi Musa berdoa kepada Allah untuk menyelamatkan Bani Israel dari Fir’aun. Karena itu, amalan di malam ini memiliki nilai simbolis yang tinggi dalam konteks perjuangan melawan kezaliman.

1. Pahala Besar Seperti Membela Nabi Musa

Shalat Tarawih di malam ketujuh Ramadan memiliki keutamaan yang sangat tinggi. Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa amalan di malam ini setara dengan berjuang membela Nabi Musa dari kezaliman Fir’aun. Ini menunjukkan betapa besar pahala yang bisa diraih.

Baca Juga:  Cara Mudah Cek Desil Bansos PKH & BPNT 2026 via NIK KTP Online

Malam ini juga menjadi pengingat akan pentingnya berdiri melawan ketidakadilan. Dengan shalat Tarawih, umat Islam secara simbolis mengingat kembali perjuangan Nabi Musa dan kemenangan yang datang dari doa serta keteguhan hati.

2. Malam Penuh Rahmat dan Perlindungan

Malam ketujuh Ramadan juga dikenal sebagai malam penuh rahmat. Banyak orang tua kita yang berpesan agar tetap menjaga shalat malam, khususnya Tarawih, karena di malam ini doa lebih mudah dikabulkan.

Perlindungan dari Allah juga menjadi bagian dari keutamaan malam ini. Shalat Tarawih yang dilakukan dengan sungguh-sungguh diyakini bisa menjadi benteng dari fitnah dan ujian hidup. Termasuk perlindungan dari sifat buruk dan godaan syaitan.

3. Amalan yang Menjadi Bekal di Hari Akhir

Amalan di malam ketujuh Ramadan, khususnya shalat Tarawih, menjadi bekal besar di hari akhir. Setiap rakaat yang dikerjakan dengan khusyuk, setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca, semuanya tercatat sebagai amalan yang membawa manfaat abadi.

Banyak ulama menyarankan agar umat memperbanyak ibadah di malam ini. Tidak hanya shalat Tarawih, tetapi juga tilawah, dzikir, dan sedekah. Semua amalan ini menjadi investasi akhirat yang tidak akan pernah sia-sia.

Waktu Terbaik untuk Shalat Tarawih Malam Ketujuh

Shalat Tarawih sebaiknya dilakukan setelah shalat Isya. Namun, bagi yang ingin mendapat keutamaan malam ketujuh, bisa memperpanjang waktu ibadah hingga sepertiga malam. Ini adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan.

Tidak perlu terburu-buru dalam menjalankan rakaat Tarawih. Khusyuk dan konsentrasi jauh lebih utama daripada sekadar menyelesaikan dengan cepat. Setiap ayat yang dibaca, setiap sujud yang dilakukan, adalah langkah menuju ridha Allah.

4. Tata Cara Shalat Tarawih yang Benar

Shalat Tarawih dilakukan seperti shalat biasa, namun dengan niat khusus sebagai ibadah sunnah Ramadan. Niat dilakukan di hati sebelum takbiratul ihram. Bisa dilakukan 2 rakaat atau 4 rakaat, tergantung kemampuan dan kebiasaan di masjid setempat.

Baca Juga:  BLT Kesra Rp900 Ribu Cair Lagi 2026? Fakta Resmi Terbaru!

Setelah selesai shalat, disunahkan untuk membaca dzikir dan berdoa. Bisa juga dilanjutkan dengan shalat Witir sebagai penutup ibadah malam. Ini adalah sunnah yang dianjurkan Rasulullah.

5. Membaca Al-Qur’an dalam Shalat Tarawih

Malam ketujuh Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membaca Al-Qur’an dalam shalat Tarawih. Banyak masjid yang membagi juz agar seluruh Al-Qur’an bisa selesai dibaca menjelang akhir Ramadan.

Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penghayatan membuat ibadah semakin bermakna. Setiap ayat yang dibaca adalah pelajaran dan petunjuk hidup. Tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga merenung dan memahami maknanya.

6. Menjaga Khusyuk dalam Ibadah

Khusyuk adalah kunci utama dari shalat Tarawih yang bermakna. Tanpa khusyuk, ibadah bisa menjadi sekadar gerakan fisik tanpa nilai spiritual. Untuk itu, penting untuk menjaga konsentrasi dan fokus saat menjalankan rakaat.

Salah satu cara menjaga khusyuk adalah dengan mempersiapkan diri sebelum shalat. Membersihkan hati dari pikiran negatif, mematikan ponsel, dan memilih tempat shalat yang tenang bisa membantu meningkatkan kualitas ibadah.

7. Menghadirkan Niat dan Keikhlasan

Niat dan keikhlasan adalah fondasi dari setiap amalan. Shalat Tarawih yang dilakukan dengan niat mengharap ridha Allah akan membawa manfaat yang lebih besar. Tidak ada paksaan, tidak ada riya, hanya tulus karena Allah.

Keikhlasan juga bisa dilatih dengan cara memperbanyak dzikir dan memohon petunjuk. Saat hati terbiasa dengan kehadiran Allah, maka shalat Tarawih akan terasa lebih ringan dan bermakna.

Tips agar Tetap Konsisten Shalat Tarawih

Menjaga konsistensi dalam shalat Tarawih tidak selalu mudah. Terutama di tengah kesibukan sehari-hari. Namun, dengan beberapa tips sederhana, tetap bisa menjalankan ibadah ini dengan baik.

Pertama, buat jadwal rutin. Menjadwalkan waktu shalat Tarawih setiap malam membuat tubuh dan pikiran terbiasa. Kedua, cari teman shalat. Melakukan ibadah bersama teman atau keluarga bisa memperkuat semangat.

Baca Juga:  Panduan Lengkap Update Data DTSEN agar Lolos Seleksi Bansos 2024

8. Mengatur Waktu dengan Baik

Mengatur waktu dengan baik adalah kunci utama agar tidak melewatkan shalat Tarawih. Bisa dengan memanfaatkan waktu setelah makan malam atau sebelum tidur. Yang penting, konsisten menjalankan ibadah ini setiap malam.

Jika terlalu lelah, tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak, lalu melanjutkan ibadah. Yang terpenting adalah menjaga kualitas dan konsistensi, bukan sekadar memenuhi kuantitas.

9. Membiasakan Diri dengan Ibadah Malam

Ibadah malam bukan hal yang asing dalam tradisi Islam. Namun, tidak semua orang terbiasa melakukannya. Untuk itu, mulailah dengan langkah kecil. Misalnya, hanya 2 rakaat Tarawih di awal Ramadan, lalu meningkatkan secara bertahap.

Dengan membiasakan diri, tubuh dan jiwa akan terlatih menjalani ibadah malam dengan lebih ringan. Termasuk shalat Tarawih yang dilakukan secara rutin setiap malam.

10. Menjaga Semangat Hingga Akhir Ramadan

Menjaga semangat hingga akhir Ramadan adalah tantangan tersendiri. Banyak orang yang mulai melonggarkan ibadah menjelang akhir puasa. Padahal, malam-malam akhir adalah waktu yang paling mustajab.

Untuk menjaga semangat, bisa dengan mengingat kembali niat awal puasa. Atau dengan memperbanyak sedekah dan amal jariyah. Semua ini bisa memperkuat semangat dan menjaga konsistensi hingga akhir Ramadan.

Penutup

Shalat Tarawih malam ketujuh Ramadan adalah amalan yang penuh berkah. Dengan menjalankannya dengan khusyuk dan keikhlasan, setiap orang bisa meraih pahala besar. Termasuk keutamaan yang setara dengan membela Nabi Musa dari Fir’aun.

Tidak perlu menunggu hingga malam terakhir untuk memperbanyak ibadah. Malam ketujuh adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Semoga setiap langkah dalam shalat Tarawih menjadi bekal menuju ridha Allah di hari akhir.

Tinggalkan komentar