Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan Februari 2026: Langkah Cepat via HP dan Website

Setiap tahun, jutaan peserta JKN-KIS diwajibkan mengisi kuesioner skrining riwayat kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit kronis. Prosedur ini menjadi syarat penting agar peserta dapat mengakses layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) secara optimal. Tanpa menyelesaikan skrining tahunan, proses administrasi berobat bisa mengalami hambatan.

Sayangnya, masih banyak peserta yang belum memahami mekanisme pengisian skrining secara digital. Padahal, BPJS Kesehatan sudah menyediakan dua jalur utama yang sangat praktis, yaitu melalui aplikasi Mobile JKN dan situs web resmi. Kedua metode ini dapat dilakukan dari mana saja tanpa perlu datang ke kantor BPJS.

Artikel ini menyajikan panduan lengkap tentang tata cara skrining BPJS Kesehatan yang berlaku di Februari 2026. Pembaca akan mendapatkan informasi mulai dari pengertian, syarat, langkah-langkah pengisian, hingga solusi apabila menemui kendala teknis selama proses berlangsung.

Apa Itu Skrining Riwayat Kesehatan BPJS?

Skrining Riwayat Kesehatan BPJS merupakan prosedur pengisian kuesioner digital yang bertujuan untuk memetakan potensi risiko penyakit kronis pada setiap peserta JKN-KIS. Proses ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Hasil dari skrining ini akan mengklasifikasikan peserta ke dalam tiga kategori risiko, yaitu rendah, sedang, dan tinggi terhadap penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, dan gangguan ginjal kronis. Data tersebut kemudian digunakan oleh FKTP sebagai acuan untuk menentukan langkah preventif maupun pengobatan lanjutan bagi masing-masing peserta. Prosedur ini bukan merupakan diagnosa medis final, melainkan alat deteksi awal yang membantu peserta mengenali kondisi kesehatannya sedini mungkin.

Tujuan dan Manfaat Skrining BPJS Kesehatan

Skrining riwayat kesehatan memiliki beberapa tujuan utama yang sangat penting bagi peserta maupun sistem kesehatan nasional. Pertama, prosedur ini bertujuan mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi serius. Kedua, skrining membantu FKTP dalam merancang program pencegahan yang tepat sasaran bagi setiap peserta. Ketiga, data skrining mendukung integrasi rekam medis digital secara nasional melalui platform SatuSehat milik Kementerian Kesehatan.

Dari sisi manfaat, peserta yang rutin melakukan skrining akan mendapatkan gambaran kondisi kesehatan secara berkala tanpa biaya tambahan. Dokter di puskesmas atau klinik dapat memberikan saran gaya hidup yang lebih personal berdasarkan hasil skrining. Selain itu, proses administrasi berobat menjadi lebih cepat karena data kesehatan sudah tercatat dalam sistem. Sasaran utama program ini adalah seluruh peserta JKN-KIS aktif, baik peserta mandiri, penerima bantuan iuran, maupun peserta melalui pemberi kerja.

Baca Juga:  Cara Daftar BPJS Kesehatan Online Januari 2026 untuk Peserta Mandiri

Syarat dan Kriteria Skrining BPJS Kesehatan

Syarat Umum

Untuk dapat melakukan skrining, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan dasar. Peserta wajib terdaftar sebagai anggota aktif JKN-KIS dengan status kepesertaan yang tidak dalam kondisi nonaktif atau menunggak iuran. Selain itu, peserta perlu memiliki akses terhadap perangkat digital, baik berupa smartphone maupun komputer yang terhubung ke internet.

Kriteria Peserta

Seluruh peserta JKN-KIS tanpa batasan usia berhak melakukan skrining riwayat kesehatan. Program ini mencakup peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), serta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Setiap peserta diwajibkan mengisi skrining minimal satu kali dalam setahun. Peserta yang belum pernah mengisi skrining akan diminta untuk menyelesaikannya terlebih dahulu sebelum mendapat layanan di FKTP.

Dokumen yang Diperlukan

Dokumen utama yang dibutuhkan adalah Nomor Kartu BPJS Kesehatan atau Nomor Induk Kependudukan (NIK). Peserta yang menggunakan aplikasi Mobile JKN memerlukan akun yang sudah terdaftar dengan email dan kata sandi. Untuk metode website, peserta cukup menyiapkan nomor kartu BPJS dan tanggal lahir sebagai verifikasi identitas. Tidak diperlukan dokumen fisik karena seluruh proses dilakukan secara digital.

Aspek Keterangan
Nama Program Skrining Riwayat Kesehatan BPJS
Penyelenggara BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan)
Sasaran Peserta Seluruh peserta JKN-KIS aktif (PPU, PBPU, PBI)
Biaya Gratis (ditanggung BPJS Kesehatan)
Frekuensi Minimal 1 kali per tahun (wajib)
Platform Akses Aplikasi Mobile JKN & webskrining.bpjs-kesehatan.go.id
Output Hasil Kategori risiko: Rendah (Hijau), Sedang (Kuning), Tinggi (Merah)

Cara Skrining BPJS Kesehatan dengan Mudah

Cara Pertama: Via Aplikasi Mobile JKN

Metode paling praktis untuk menyelesaikan skrining adalah melalui aplikasi resmi Mobile JKN yang tersedia di smartphone. Aplikasi ini menyimpan data peserta sehingga tidak perlu menginput identitas berulang kali.

Langkah 1: Unduh Aplikasi Mobile JKN

Buka Google Play Store (Android) atau App Store (iOS) di ponsel, lalu cari aplikasi “Mobile JKN”. Pastikan aplikasi yang diunduh adalah versi resmi dari BPJS Kesehatan dengan logo yang sesuai. Perbarui aplikasi ke versi terbaru apabila sudah pernah menginstalnya sebelumnya.

Langkah 2: Login ke Akun

Buka aplikasi dan masukkan NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan beserta kata sandi yang terdaftar. Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu menggunakan alamat email aktif. Pastikan data yang diinput sesuai dengan yang tercatat di kependudukan.

Langkah 3: Pilih Menu Skrining

Baca Juga:  Cara Memilih Asuransi Jiwa 2026 yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Setelah berhasil masuk ke halaman beranda, cari dan pilih menu “Skrining Riwayat Kesehatan”. Menu ini biasanya tampil di bagian utama dashboard aplikasi. Konfirmasi data diri peserta yang akan melakukan skrining.

Langkah 4: Jawab Kuesioner Kesehatan

Isi seluruh pertanyaan yang ditampilkan secara jujur dan akurat. Pertanyaan mencakup kebiasaan makan, frekuensi olahraga, riwayat penyakit keluarga, serta pola hidup sehari-hari. Kesalahan umum yang harus dihindari adalah menjawab asal-asalan karena akan memengaruhi akurasi hasil.

Langkah 5: Simpan dan Lihat Hasil

Setelah semua pertanyaan terjawab, klik tombol “Simpan” dan tunggu beberapa saat. Hasil skrining akan muncul otomatis berupa kategori risiko dengan indikator warna: hijau (rendah), kuning (sedang), atau merah (tinggi). Simpan tangkapan layar hasil skrining sebagai arsip pribadi.

Cara Kedua: Via Website Resmi (Tanpa Aplikasi)

Bagi peserta yang tidak ingin menginstal aplikasi, skrining dapat dilakukan melalui situs webskrining.bpjs-kesehatan.go.id menggunakan browser di HP atau laptop. Masukkan nomor kartu BPJS, tanggal lahir, dan kode captcha untuk verifikasi. Setelah data tervalidasi, lengkapi kuesioner kesehatan yang ditampilkan, lalu simpan hasilnya. Metode ini cocok bagi peserta yang memiliki keterbatasan penyimpanan di ponsel. Pastikan koneksi internet stabil selama proses pengisian agar data tidak hilang.

Jadwal Skrining BPJS Kesehatan Februari 2026

Skrining riwayat kesehatan BPJS dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun selama kepesertaan masih aktif. Tidak ada periode pendaftaran khusus yang membatasi waktu pengisian skrining. Namun, waktu paling ideal untuk melakukannya adalah di awal tahun atau minimal sehari sebelum peserta berencana mengunjungi FKTP.

Untuk tahun 2026, peserta disarankan menyelesaikan skrining sebelum kunjungan pertama ke puskesmas atau klinik. Proses pengisian kuesioner membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 menit saja. Hasil skrining berlaku selama satu tahun kalender dan perlu diperbarui kembali di tahun berikutnya. Peserta yang sudah menyelesaikan skrining akan mendapatkan kemudahan saat mendaftar antrean online atau membutuhkan rujukan.

Cara Cek Hasil Skrining BPJS Kesehatan

Cek Via Aplikasi Mobile JKN

Buka aplikasi Mobile JKN dan login menggunakan akun yang terdaftar. Pilih menu “Riwayat Pelayanan” atau “Skrining Riwayat Kesehatan” di halaman utama. Hasil skrining terbaru beserta riwayat tahun sebelumnya akan ditampilkan secara lengkap dengan indikator warna dan penjelasan kategori risiko.

Cek Via Website Resmi

Kunjungi situs webskrining.bpjs-kesehatan.go.id melalui browser di perangkat mana saja. Masukkan nomor kartu BPJS dan tanggal lahir untuk verifikasi identitas. Setelah data tervalidasi, hasil skrining akan ditampilkan dan dapat dicetak dalam format PDF sebagai bukti arsip.

Cek Via Call Center

Peserta juga dapat menghubungi layanan Care Center BPJS Kesehatan di nomor 165 untuk menanyakan status skrining. Layanan ini tersedia pada hari kerja Senin hingga Jumat pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Siapkan nomor kartu BPJS dan NIK saat menghubungi petugas.

Tips Penting Seputar Skrining BPJS Kesehatan

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan agar proses skrining berjalan lancar. Pertama, lakukan skrining di awal tahun agar tidak terburu-buru saat membutuhkan layanan kesehatan mendadak. Kedua, jawab setiap pertanyaan kuesioner dengan jujur karena hasilnya akan menjadi dasar penanganan medis di FKTP. Ketiga, pastikan koneksi internet stabil saat mengisi skrining agar data tersimpan sempurna.

Baca Juga:  Cara Cek NIK KTP Penerima PBI JK BPJS Gratis Februari 2026: Panduan Lengkap dan Terbaru

Keempat, simpan tangkapan layar hasil skrining sebagai cadangan jika sistem mengalami gangguan. Kelima, perbarui aplikasi Mobile JKN secara berkala untuk menghindari error atau bug pada versi lama. Keenam, hindari mengisi skrining menggunakan WiFi publik demi keamanan data pribadi.

Masalah yang Sering Terjadi dan Solusinya

Kendala pertama yang sering dialami peserta adalah aplikasi Mobile JKN mengalami force close saat proses penyimpanan. Solusinya adalah memperbarui aplikasi ke versi terbaru dan memastikan ruang penyimpanan ponsel mencukupi. Restart aplikasi dan ulangi proses pengisian jika masalah berlanjut.

Kendala kedua adalah lupa kata sandi akun Mobile JKN. Peserta dapat memanfaatkan fitur “Lupa Password” di aplikasi atau memilih jalur website yang hanya memerlukan nomor kartu BPJS sebagai alternatif. Jika akun terkunci, hubungi Care Center BPJS di nomor 165 untuk proses pemulihan.

Kendala ketiga adalah kode captcha yang sulit dibaca pada situs web skrining. Muat ulang halaman untuk mendapatkan kode captcha baru yang lebih jelas. Gunakan mode desktop di browser ponsel jika tampilan mobile kurang optimal.

FAQ: Pertanyaan Seputar Skrining BPJS Kesehatan

Q1: Apakah skrining BPJS Kesehatan dikenakan biaya?

Tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta untuk mengisi skrining riwayat kesehatan. Seluruh proses ini gratis dan sudah termasuk dalam cakupan manfaat JKN-KIS bagi peserta aktif.

Q2: Siapa saja yang wajib mengisi skrining kesehatan?

Seluruh peserta JKN-KIS aktif diwajibkan mengisi skrining minimal satu kali setiap tahun. Kewajiban ini berlaku tanpa batasan usia dan mencakup peserta mandiri, peserta perusahaan, maupun penerima bantuan iuran.

Q3: Bagaimana jika saya tidak mengisi skrining tahunan?

Peserta yang belum mengisi skrining mungkin akan diminta menyelesaikannya terlebih dahulu saat berkunjung ke FKTP. Hal ini dapat memperlambat proses administrasi dan pendaftaran antrean online.

Q4: Apakah hasil skrining bisa membatalkan kepesertaan BPJS?

Hasil skrining sama sekali tidak berpengaruh terhadap status kepesertaan. Apapun kategori risiko yang muncul, peserta tetap berhak atas seluruh layanan kesehatan yang dijamin JKN-KIS.

Q5: Bisakah pengisian skrining diwakilkan oleh orang lain?

Secara teknis, proses pengisian bisa dibantu oleh anggota keluarga atau orang terdekat. Namun, jawaban kuesioner harus berasal dari peserta yang bersangkutan agar hasil skrining akurat dan mencerminkan kondisi kesehatan sebenarnya.

Disclaimer:

Informasi dalam artikel ini bersumber dari BPJS Kesehatan dan selfd.id serta dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah dan instansi terkait. Untuk informasi terbaru dan paling akurat, pembaca disarankan untuk mengunjungi website resmi BPJS Kesehatan di bpjs-kesehatan.go.id atau menghubungi Care Center 165 secara langsung.

Skrining riwayat kesehatan BPJS merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga kualitas layanan kesehatan yang diterima peserta. Dengan mengisi skrining secara rutin setiap tahun, peserta dapat mendeteksi risiko penyakit kronis lebih awal dan mendapatkan penanganan preventif yang tepat.

Bagikan artikel ini kepada keluarga dan rekan yang menjadi peserta JKN-KIS agar mereka juga mengetahui prosedur skrining terbaru. Jangan lupa untuk memperbarui skrining di awal tahun 2026 dan pantau terus informasi kesehatan terkini demi kehidupan yang lebih sehat.

Tinggalkan komentar