Cara Transfer Antar Bank Tanpa Biaya Admin Mahal via BI Fast Maret 2026

Biaya transfer antar bank yang mahal sering kali menjadi keluhan utama nasabah perbankan di Indonesia. Dengan sistem transfer konvensional, nasabah bisa dikenakan biaya admin mulai dari Rp2.900 hingga Rp30.000 per transaksi. Namun sejak hadirnya layanan BI Fast dari Bank Indonesia, transfer antar bank kini bisa dilakukan dengan biaya maksimal hanya Rp2.500 dan dana langsung sampai dalam hitungan detik.

Layanan BI Fast merupakan terobosan besar dalam sistem pembayaran ritel nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Infrastruktur ini menghubungkan berbagai bank dan lembaga keuangan di seluruh Indonesia dalam satu jaringan terintegrasi, sehingga proses transfer menjadi lebih efisien. Yang membuatnya semakin menarik, layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari termasuk hari libur dan akhir pekan.

Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan panduan lengkap cara menggunakan BI Fast untuk transfer antar bank di berbagai aplikasi mobile banking populer. Selain itu, Anda juga akan mengetahui daftar bank peserta, fitur Proxy yang memudahkan transaksi, serta tips agar setiap transfer berjalan lancar dan aman.

Apa Itu BI Fast?

BI Fast atau Bank Indonesia Fast Payment merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang dibangun dan dikelola oleh Bank Indonesia. Layanan ini diluncurkan sebagai bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang bertujuan untuk memodernisasi ekosistem pembayaran digital di tanah air.

Dasar hukum penyelenggaraan BI Fast tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/6/PBI/2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran serta Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) terkait implementasi sistem pembayaran ritel. Bank Indonesia selaku penyelenggara bertanggung jawab penuh atas operasional, pengawasan, dan pengembangan infrastruktur ini. Hingga awal 2026, BI Fast telah mengintegrasikan ratusan bank dan lembaga jasa keuangan, termasuk bank umum, bank digital, serta penyedia layanan e-wallet di seluruh Indonesia.

Tujuan dan Manfaat BI Fast

Peluncuran layanan BI Fast memiliki sejumlah tujuan strategis yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Pertama, menciptakan sistem transfer antar bank yang cepat dengan pemrosesan secara real-time. Kedua, menekan biaya transaksi agar lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketiga, memperluas inklusi keuangan digital dengan menghadirkan layanan yang mudah diakses melalui berbagai platform perbankan. Keempat, mendukung percepatan transformasi ekonomi digital nasional.

Manfaat konkret yang dirasakan masyarakat meliputi penghematan biaya transfer yang signifikan dibandingkan metode konvensional, kecepatan transaksi yang berlangsung dalam hitungan detik, kemudahan akses selama 24 jam tanpa terbatas jam operasional bank, serta fitur Proxy yang memungkinkan transfer hanya dengan nomor HP atau email. Sasaran pengguna BI Fast mencakup seluruh nasabah bank dan pengguna e-wallet di Indonesia yang membutuhkan layanan transfer antar bank yang efisien dan terjangkau.

Syarat dan Kriteria Menggunakan BI Fast

Syarat Umum

Untuk bisa menggunakan layanan BI Fast, nasabah perlu memenuhi beberapa persyaratan dasar. Pertama, memiliki rekening aktif di salah satu bank peserta BI Fast. Kedua, sudah mengaktifkan layanan mobile banking atau internet banking dari bank yang bersangkutan. Ketiga, memiliki smartphone dengan koneksi internet yang stabil untuk mengakses aplikasi perbankan. Keempat, mengetahui nomor rekening lengkap atau nomor Proxy (HP/email) penerima transfer.

Baca Juga:  Cara Cek Saldo Rekening Bank BRI Lewat HP Februari 2026

Kriteria Pengguna

Layanan BI Fast dapat digunakan oleh seluruh nasabah perorangan maupun badan usaha yang terdaftar di bank peserta BI Fast. Tidak ada batasan usia khusus selama nasabah sudah memenuhi syarat pembukaan rekening di bank terkait. Limit transfer melalui BI Fast umumnya mencapai Rp250 juta per transaksi, meskipun besaran limit harian bisa berbeda-beda sesuai kebijakan masing-masing bank. Nasabah yang belum mengaktifkan mobile banking tidak bisa menggunakan layanan ini secara langsung melalui aplikasi.

Dokumen dan Data yang Diperlukan

Karena BI Fast diakses melalui aplikasi mobile banking yang sudah terintegrasi, nasabah tidak memerlukan dokumen tambahan khusus. Yang perlu disiapkan adalah data nomor rekening bank tujuan beserta nama bank penerima, atau jika penerima sudah mendaftarkan Proxy, cukup nomor HP atau alamat email yang terdaftar. Pastikan juga PIN mobile banking atau password akun perbankan digital Anda selalu aman dan tidak diketahui orang lain.

Aspek Keterangan
Nama Layanan BI Fast (Bank Indonesia Fast Payment)
Penyelenggara Bank Indonesia (BI)
Sasaran Pengguna Seluruh nasabah bank dan pengguna e-wallet peserta BI Fast
Biaya Transfer Maksimal Rp2.500 per transaksi
Waktu Operasional 24 jam sehari, 7 hari seminggu (termasuk hari libur)
Website Resmi bi.go.id

Cara Transfer Antar Bank via BI Fast dengan Mudah

Cara Pertama: Transfer via Aplikasi Mobile Banking

Berikut panduan langkah demi langkah melakukan transfer BI Fast di tiga aplikasi mobile banking terpopuler di Indonesia.

Langkah 1: Buka dan Login ke Aplikasi Mobile Banking Langkah pertama adalah membuka aplikasi mobile banking yang Anda gunakan, baik itu BRImo, BCA mobile, maupun BNI Mobile Banking. Masukkan PIN atau gunakan fitur biometrik (sidik jari atau face ID) untuk login. Pastikan Anda terhubung ke jaringan internet pribadi yang stabil dan hindari menggunakan WiFi publik demi keamanan transaksi.

Langkah 2: Pilih Menu Transfer ke Bank Lain Setelah berhasil login, cari dan pilih menu “Transfer” yang biasanya terletak di halaman utama atau menu navigasi bawah aplikasi. Kemudian pilih opsi “Ke Bank Lain” atau “Antar Bank”. Di sinilah Anda akan menemukan beberapa pilihan metode transfer yang tersedia termasuk BI Fast, SKN, dan RTGS.

Langkah 3: Pilih Metode BI Fast Dari daftar metode transfer yang tersedia, pastikan Anda memilih opsi “BI Fast” secara spesifik. Transfer antar bank tidak otomatis menggunakan BI Fast, sehingga Anda harus memilihnya secara manual. Jika memilih metode lain seperti SKN atau online transfer biasa, biaya dan waktu prosesnya akan berbeda dan biasanya lebih mahal.

Langkah 4: Masukkan Data Penerima dan Nominal Transfer Input nomor rekening tujuan yang terdiri dari 10 hingga 16 digit, lalu pilih bank penerima dari daftar yang tersedia. Anda juga bisa menggunakan nomor HP atau email jika penerima sudah mendaftarkan fitur Proxy BI Fast. Setelah itu, masukkan nominal transfer sesuai kebutuhan dan tambahkan catatan atau berita transfer jika diperlukan.

Langkah 5: Verifikasi dan Konfirmasi Transaksi Periksa kembali seluruh data transaksi dengan teliti sebelum melakukan konfirmasi. Pastikan nama penerima yang muncul sudah sesuai dengan orang yang dituju, nominal transfer sudah benar, dan bank tujuan tidak keliru. Masukkan PIN mobile banking atau password untuk mengotorisasi transaksi. Dana akan langsung diterima oleh penerima dalam hitungan detik. Simpan bukti transfer dengan cara screenshot atau simpan notifikasi sebagai dokumentasi.

Cara Kedua: Transfer via ATM atau Kantor Cabang

Bagi nasabah yang belum memiliki akses mobile banking, transfer antar bank masih bisa dilakukan melalui mesin ATM atau langsung ke kantor cabang bank terdekat. Di mesin ATM, pilih menu “Transfer Antar Bank” kemudian masukkan kode bank tujuan dan nomor rekening penerima. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua mesin ATM mendukung metode BI Fast, sehingga biaya yang dikenakan mungkin mengikuti tarif transfer konvensional. Untuk kepastian, kunjungi kantor cabang bank dan minta petugas memproses transfer menggunakan jalur BI Fast. Bawa buku tabungan atau kartu identitas sebagai dokumen pendukung.

Baca Juga:  Cara Buka Rekening Bank BCA Online Januari 2026 Tanpa ke Kantor

Jadwal dan Ketersediaan Layanan BI Fast Februari 2026

Salah satu keunggulan utama BI Fast dibandingkan metode transfer konvensional adalah ketersediaannya yang tidak terbatas waktu. Layanan ini beroperasi penuh selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, termasuk pada hari libur nasional dan akhir pekan. Artinya, nasabah bisa melakukan transfer kapan saja tanpa perlu khawatir terkendala jam operasional bank.

Berbeda dengan metode SKN (Sistem Kliring Nasional) yang hanya beroperasi pada jam kerja dan membutuhkan waktu 1 hingga 2 hari kerja untuk pemrosesan, serta RTGS (Real Time Gross Settlement) yang meskipun bersifat real-time namun hanya tersedia pada jam kerja, BI Fast menjamin kecepatan dan ketersediaan sepanjang waktu. Per Februari 2026, daftar bank peserta BI Fast terus bertambah dan kini mencakup bank BUMN, bank swasta, bank digital, bank syariah, hingga penyedia layanan e-wallet seperti GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay.

Cara Cek Status Transfer BI Fast

Cek Via Aplikasi Mobile Banking

Cara paling mudah untuk memastikan transfer berhasil adalah melalui aplikasi mobile banking yang Anda gunakan. Buka menu “Riwayat Transaksi” atau “Mutasi Rekening” untuk melihat status transfer terakhir. Jika transaksi berhasil, biasanya akan muncul keterangan “Berhasil” atau “Sukses” beserta detail waktu dan nominal transfer. Siapkan nomor referensi transaksi jika sewaktu-waktu diperlukan untuk keperluan pengecekan lebih lanjut.

Cek Via Aplikasi E-Wallet Penerima

Jika Anda mengirim dana ke akun e-wallet seperti DANA, GoPay, atau OVO melalui BI Fast, minta penerima untuk mengecek saldo dan riwayat transaksi masuk di aplikasi e-wallet mereka. Transfer via BI Fast biasanya masuk dalam hitungan detik, sehingga penerima bisa langsung memverifikasi penerimaan dana. Pastikan nama pengirim dan nominal yang tertera sesuai dengan yang dikirimkan.

Cek Via Customer Service Bank

Apabila transfer sudah melewati waktu estimasi namun dana belum diterima oleh penerima, segera hubungi customer service bank pengirim. Anda bisa menghubungi melalui call center resmi bank, fitur live chat di aplikasi mobile banking, atau mendatangi kantor cabang terdekat. Siapkan bukti transfer berupa screenshot atau nomor referensi transaksi untuk mempercepat proses pengecekan. Dalam kondisi normal, jika transaksi gagal, dana akan otomatis dikembalikan (refund) dalam beberapa menit hingga maksimal 1×24 jam.

Tips Penting Seputar Transfer BI Fast

Berikut beberapa tips agar setiap transaksi transfer via BI Fast berjalan lancar dan aman. Pertama, selalu verifikasi nama penerima yang muncul di layar konfirmasi sebelum menekan tombol kirim karena kesalahan satu digit nomor rekening bisa menyebabkan dana terkirim ke orang yang salah. Kedua, gunakan koneksi internet pribadi dan hindari melakukan transaksi finansial menggunakan WiFi publik yang rawan disadap.

Ketiga, simpan bukti setiap transaksi dengan cara screenshot halaman konfirmasi berhasil sebagai dokumentasi. Keempat, manfaatkan fitur Proxy BI Fast dengan mendaftarkan nomor HP atau email agar orang lain bisa mengirim uang kepada Anda tanpa perlu mengetahui nomor rekening. Kelima, pastikan aplikasi mobile banking selalu diperbarui ke versi terbaru untuk mendapatkan fitur keamanan dan fungsionalitas terkini. Keenam, jangan pernah membagikan PIN, password, atau kode OTP mobile banking kepada siapapun termasuk pihak yang mengaku dari bank.

Baca Juga:  Cara Daftar Mobile Banking BNI 2026 untuk Pengguna Baru

Masalah yang Sering Terjadi dan Solusinya

Kendala yang paling sering dialami nasabah adalah saldo sudah terpotong namun dana belum diterima oleh penerima. Dalam situasi ini, jangan panik karena pada umumnya dana akan otomatis dikembalikan (refund) dalam beberapa menit hingga maksimal 1×24 jam. Jika setelah waktu tersebut dana belum kembali, segera hubungi customer service bank pengirim dengan menyertakan bukti transaksi.

Masalah kedua adalah opsi BI Fast tidak muncul di aplikasi mobile banking. Hal ini bisa terjadi jika aplikasi belum diperbarui ke versi terbaru atau bank tujuan belum menjadi peserta BI Fast. Solusinya, perbarui aplikasi ke versi terkini dan pastikan bank penerima sudah terdaftar dalam daftar peserta BI Fast.

Masalah ketiga adalah transfer ditolak karena melebihi limit transaksi. Setiap bank menetapkan limit harian yang berbeda-beda untuk transfer melalui BI Fast. Jika nominal yang ingin dikirim melebihi limit, bagi transaksi menjadi beberapa kali pengiriman atau hubungi bank untuk mengajukan peningkatan limit transaksi.

Apabila masalah tidak dapat diselesaikan oleh customer service bank, nasabah bisa mengajukan pengaduan ke Bank Indonesia melalui laman resmi bi.go.id atau menghubungi call center BI di nomor 131.

FAQ: Pertanyaan Seputar Transfer BI Fast 2026

Q1: Apakah semua transfer antar bank otomatis menggunakan BI Fast? Tidak, transfer antar bank tidak secara otomatis menggunakan jalur BI Fast. Nasabah harus secara manual memilih opsi “BI Fast” saat melakukan transfer di aplikasi mobile banking. Jika memilih metode lain seperti SKN atau online transfer biasa, biaya yang dikenakan dan waktu pemrosesan akan berbeda.

Q2: Berapa biaya transfer melalui BI Fast dan apakah ada bank yang menggratiskannya? Biaya transfer melalui BI Fast ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi. Beberapa bank digital bahkan menawarkan gratis biaya transfer BI Fast untuk sejumlah transaksi tertentu setiap bulannya. Cek kebijakan promo dari bank Anda masing-masing karena penawaran bisa berbeda-beda.

Q3: Apakah BI Fast bisa digunakan untuk transfer ke e-wallet seperti DANA dan GoPay? Ya, beberapa penyedia e-wallet sudah menjadi peserta BI Fast. Nasabah bisa melakukan top-up saldo GoPay, OVO, DANA, maupun ShopeePay melalui jalur BI Fast dengan biaya yang sama yaitu maksimal Rp2.500 per transaksi dan prosesnya berlangsung secara real-time.

Q4: Apa yang harus dilakukan jika transfer BI Fast gagal namun saldo sudah terpotong? Dalam kondisi normal, dana akan otomatis dikembalikan (refund) ke rekening pengirim dalam beberapa menit hingga maksimal 1×24 jam. Jika setelah periode tersebut dana belum dikembalikan, segera hubungi customer service bank pengirim dengan menyertakan bukti transaksi berupa screenshot dan nomor referensi.

Q5: Bagaimana cara mendaftarkan Proxy BI Fast agar orang lain bisa transfer hanya dengan nomor HP? Buka aplikasi mobile banking Anda, cari menu “BI Fast Proxy” atau “Daftar Proxy”, kemudian pilih jenis Proxy yang diinginkan (nomor HP atau email). Sistem akan mengirimkan kode OTP untuk verifikasi kepemilikan. Setelah berhasil terdaftar, orang lain bisa mengirim uang kepada Anda cukup dengan memasukkan nomor HP atau email tanpa perlu mengetahui nomor rekening.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersumber dari Sidomulyotimur.id dan ketentuan resmi Bank Indonesia yang berlaku per Februari 2026. Biaya transfer, limit transaksi, dan daftar bank peserta BI Fast dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Bank Indonesia dan masing-masing bank. Untuk informasi terbaru dan paling akurat, pembaca disarankan untuk mengecek langsung di aplikasi mobile banking atau menghubungi customer service bank terkait.

Itulah panduan lengkap mengenai cara transfer antar bank yang murah dan cepat menggunakan layanan BI Fast di tahun 2026. Dengan biaya maksimal hanya Rp2.500 per transaksi dan proses real-time selama 24 jam, layanan ini menjadi solusi terbaik bagi nasabah yang sering melakukan transfer lintas bank.

Bagikan artikel ini kepada keluarga dan teman agar semakin banyak orang yang mengetahui cara menghemat biaya transfer antar bank. Jangan lupa manfaatkan fitur Proxy BI Fast untuk kemudahan menerima transfer hanya dengan nomor HP atau email. Semoga informasi ini bermanfaat dan transaksi perbankan Anda semakin lancar!

Tinggalkan komentar